REAKSI PASAR MODAL INDONESIA
TERHADAP PENGUMUMAN PENERBITAN OBLIGASI SYARIAH
Nunung Ghoniyah
Mutamimah
Jenar Widayati
Abstract
The purpose of this research is to
analyze Indonesian capital market reaction to sharia bonds issue announcement that indicated with abnormal return and
trading volume activity changes. This research explored the issue by applying
two methods of analysis: the event study methodology for analyzing the market
reactions, and the analysis of statistical differences caused by event sharia
bond issue announcement. Samples of this research consist of 9 emitens based on
purposive sampling method. Abnormal return and cumulative abnormal return used
to measure market reaction. One sample t
– test and paired sample t – test is used in testing abnormal return and
trading volume activity differences before and after sharia bonds issue announcement.
The results of this research shows
abnormal return for date sharia bond
issue announcement positive but statistically not significant. Further, this
study found some statistically not significant differences abnormal return and trading volume activity between pre and post
event day. In other word, sharia bonds issue announcement not containing the meaningful information (information
content) for investor.
Key word : Sharia bonds announcement, abnormal return
and trading volume activity
PENDAHULUAN
Pasar modal memiliki peran strategis bagi
perekonomian nasional. Peran tersebut antara lain adalah sebagai sumber
pembiayaan bagi perusahaan dan wahana investasi bagi masyarakat. Perusahaan
yang membutuhkan dana mempunyai beberapa cara, antara lain dengan meminjam ke
bank, menerbitkan saham atau obligasi.
Perkembangan pasar modal tidak bisa
lepas dari kondisi lingkungan, baik lingkungan makro maupun lingkungan mikro. Pengaruh lingkungan mikro meliputi: kinerja perusahaan, pengumuman
penerbitan obligasi syariah, pengumuman dividen, dan sebagainya. Sementara
lingkungan makro meliputi: inflasi, kenaikan suku bunga, dan kurs valuta asing.
Faktor-faktor ini sangat berpengaruh pada keputusan investasi di pasar
modal. Pengaruh ini ditunjukkan oleh perubahan harga saham maupun aktivitas volume
perdagangan saham.
Instrumen investasi di
pasar modal Indonesia
tidak hanya instrumen investasi konvensional, namun juga instrumen investasi
yang mempunyai prinsip syariah., misalnya obligasi syariah, reksadana syariah,
saham syariah. Fenomena ini
merupakan berita baik bagi investor akan kinerja perusahaan. Obligasi
syariah berbeda dengan obligasi konvensional. Semenjak ada konvergensi pendapat bahwa bunga adalah riba, maka
instrumen-instrumen yang mempunyai komponen bunga (interest-bearing instrument) ini keluar dari daftar investasi
halal. Karena itu, dimunculkan alternatif yang dinamakan obligasi syariah
(Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, 2007). Merujuk kepada Fatwa Dewan
Syariah Nasional No. 32/DSN-MUI/IX/2002, “Obligasi syariah adalah suatu surat
berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh
emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar
pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil / marjin / fee
serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.”
Informasi yang dimiliki oleh investor lebih
sedikit dibanding informasi yang dimiliki oleh pihak manajemen, hal ini disebut
sebagai informasi yang tidak simetris (asymetric information. Oleh karena itu, dalam pengambilan keputusan
investasinya, investor sering mendasarkan pada sinyal yang diberikan oleh
perusahaan, salah satunya adalah pengumuman penerbitan obligasi syariah.
Pengumuman penerbitan obligasi menjadi informasi menarik bagi investor (good news),
karena dipersepsikan bahwa prospek perusahaan di masa yang akan datang bagus. Adanya penerbitan obligasi menunjukkan
bahwa perusahaan akan melakukan ekspansi yang akan meningkatkan kinerja
perusahaan. Informasi ini
akan direaksi oleh investor yang secara metodologis disebut sebagai event study. Beberapa penelitian yang menggunakan
event study untuk menguji efisiensi pasar modal pada PT. Bursa
Efek Jakarta, antara lain dilakukan oleh Suryawijaya dan Setiawan (1998)
mengenai Reaksi Pasar Modal Indonesia terhadap Peristiwa Politik Dalam Negeri
pada tanggal 27 Juli 1996. Hasil
yang diperoleh adalah adanya negative
abnormal return yang signifikan (reaksi negatif) pada event date. Dalam waktu tiga hari terjadi perubahan abnormal
return menjadi positif, sebagai reaksi atas pernyataan pemerintah bahwa
kerusuhan telah terkendali dan dijamin akan kestabilan politik yang berkaitan
erat dengan kelangsungan dan kepastian melakukan kegiatan bisnis.
Penelitian event study yang lain oleh R. Gatot
Rustamadji. Dalam penelitiannya,
Rustamadji menganalisis Ekspektasi Investor di Bursa Efek Jakarta terhadap
Peristiwa Keputusan Memorandum oleh DPR dalam Kasus Buloggate dan Bruneigate
dengan 45 sampel perusahaan yang tergabung dalam kelompok saham LQ 45.
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa abnormal
return yang diterima oleh para investor, secara signifikan terjadi pada
hari ke 5 sebelum peristiwa terjadi (t-5), pada saat peristiwa terjadi (event day), dan pada hari ke 6 setelah
peristiwa terjadi (t+6). Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut telah
dapat diantisipasi terlebih dahulu oleh para investor (anticipated event).
Informasi mengenai pengumuman
penerbitan obligasi syariah akan direspon oleh investor. Jika investor
benar-benar memanfaatkan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan investasinya, maka
pengumuman tersebut akan berdampak pada perubahan harga saham dan aktivitas
volume perdagangan saham (trading volume
activity). Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menguji ”Reaksi Pasar
Modal Indonesia terhadap Pengumuman Penerbitan Obligasi Syariah”.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan
untuk:
1. Untuk menganalisis apakah terjadi abnormal return yang positif dan
signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah.
2.
Untuk menganalisis apakah terjadi perubahan trading volume activity saham yang
positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah.
3.
Untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang
signifikan abnormal return sebelum
dan sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah.
4.
Untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang
signifikan trading volume activity
saham sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini
adalah :
1. Bagi Praktisi dan Investor Pasar Modal
Menjadi sumber informasi
mengenai dampak penerbitan obligasi syariah terhadap perubahan harga saham dan
aktivitas volume perdagangan saham yang dapat mempengaruhi tingkat keuntungan
yang diperoleh investor, dan juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
dalam memilih instrumen investasi di pasar modal.
2. Bagi Peneliti
Sebagai
sumber referensi dan tambahan pengetahuan dalam rangka pengembangan penelitian selanjutnya yang
sejenis.
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
Obligasi Syariah
Merujuk kepada Fatwa Dewan
Syariah Nasional No. 32/DSN-MUI/IX/2002, “Obligasi syariah adalah suatu surat
berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten
kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar
pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil atau membayar
pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil atau marjin atau
fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.”
Efisiensi Pasar
Efisiensi pasar modal
ditunjukkan oleh kondisi di mana informasi bisa diakses oleh semua investor
secara cepat dan tepat. Efisiensi pasar
dapat diuji dengan melihat abnormal
return yang terjadi. Pasar dikatakan tidak efisien jika satu atau beberapa
pelaku pasar dapat menikmati abnormal
return dalam jangka waktu yang cukup lama. Abnormal return atau excess
return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap
return normal. Return normal merupakan
return ekspektasi (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian abnormal return adalah selisih antara actual return dengan expected return.
Formula yang digunakan untuk menghitung abnormal return (Jogiyanto, 2003:433) adalah sebagai berikut :
ARit = Rit – E(Rit)
Notasi :
ARit =
abnormal return saham i pada periode
t
Rit = actual
return saham i pada periode t
E(Rit) = expected return saham i pada
periode t
Trading Volume Activity
Dalam pasar modal terdapat
banyak sekali informasi-informasi yang dapat mempengaruhi situasi di dalamnya.
Reaksi pasar modal terhadap suatu informasi dapat juga dilihat dengan Trading Volume Activity (TVA).
Suryawijaya (1998:142) menyatakan bahwa Trading
Volume Activity merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk
melihat reaksi pasar modal terhadap suatu informasi melalui parameter
pergerakan aktivitas volume perdagangan saham di pasar modal. Perhitungan Trading Volume Activity dilakukan dengan
membandingkan jumlah saham perusahaan yang diperdagangkan dalam suatu periode
tertentu dengan keseluruhan jumlah saham yang beredar dari perusahaan tersebut
pada kurun waktu yang sama, menurut Jones, Charles P. (1986:375) :
Volume perdagangan saham pada periode t
TVA=
Jumlah saham yang beredar pada periode t
Event Study
“Merupakan studi peristiwa
yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event). Event study dapat
digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu peristiwa” (Jogiyanto, 2003:318).
Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian dengan
menggunakan event study yang
digunakan untuk mengamati efisiensi pasar modal di PT. Bursa Efek Jakarta,
antara lain dilakukan oleh Suryawijaya dan Setiawan (1998) mengenai Reaksi
Pasar Modal Indonesia terhadap Peristiwa Politik Dalam Negeri pada tanggal 27
Juli 1996. Hasil yang diperoleh
adalah adanya negative abnormal return
yang signifikan (reaksi negatif) pada event
date. Dalam waktu tiga hari terjadi perubahan pada abnormal return menjadi positif, sebagai reaksi atas pernyataan
pemerintah bahwa kerusuhan telah terkendali dan dijamin akan kestabilan politik
yang berkaitan erat dengan kelangsungan dan kepastian melakukan kegiatan
bisnis.
Penelitian event study terhadap peristiwa politik juga dilakukan oleh R. Gatot Rustamadji.
Dalam penelitiannya, Rustamadji meneliti
mengenai Analisis Ekspektasi Investor di Bursa Efek Jakarta terhadap Peristiwa
Keputusan Memorandum oleh DPR dalam Kasus Buloggate dan Bruneigate dengan 45
sampel perusahaan yang tergabung dalam kelompok saham LQ 45. Berdasarkan hasil
penelitian dapat diketahui bahwa abnormal return yang diterima oleh para
investor, secara signifikan terjadi pada hari ke 5 sebelum peristiwa terjadi
(t-5), pada saat peristiwa terjadi (event
day), dam pada hari ke 6 setelah peristiwa terjadi (t+6). Hal ini
mengidentifikasikan bahwa peristiwa dalam penelitian ini termasuk dalam
peristiwa dimana informasi telah dapat diantisipasi terlebih dahulu oleh para
investor (Anticipated event).
Treisye (2002) dalam
penelitiannya menguji Reaksi Pasar Modal terhadap peristiwa pergantian Presiden
Republik Indonesia 23 Juli 2001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peristiwa 23
Juli 2001 merupakan peristiwa murni politik yang dipandang oleh para pelaku
pasar memiliki dampak ekonomi dan dikategorikan sebagai berita baik (good news). Terbukti dengan perkembangan
Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) yang terus meningkat sebelum dan
sesudah peristiwa 23 Juli 2001. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa
Bursa Efek Jakarta semakin sensitif terhadap munculnya berbagai informasi yang
relevan.
Baihaqi dan Laely (2005)
meneliti pengaruh Pemilihan Umum 5 April 2004 terhadap return saham LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Dari penelitian ini disimpulkan
bahwa Pemilu 5 April 2004 tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap return
saham dari perusahaan LQ 45.
Event study
yang mengamati reaksi pasar modal dengan event berupa aktivitas ekonomi
dilakukan oleh Indrianita Anis (2003) yang menguji Pengaruh Pengumuman Dividen
terhadap Stock Return disekitar tanggal
Pengumuman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kenaikan Abnormal Return yang tidak signifikan
selama tanggal pengumuman dividen. Hasil penelitian ini tidak berhasil
mendukung hipotesis bahwa pengumuman dividen mempunyai pengaruh positif terhadap
stock returns. Perbedaan ini
dimungkinkan karena keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini.
Penelitian lain oleh
Endah Diansari dan Kusharyanti (2004) yang meneliti reaksi pasar atas perubahan
pemeringkatan obligasi, menyimpulkan bahwa terdapat abnormal return saham yang signifikan pada saat pengumuman bond rating dan setelah pengumuman bond rating. Diketahui juga bahwa tidak terdapat perbedaan yang
signifikan antara rata-rata abnormal
return saham sebelum pengumuman bond
rating dan rata-rata abnormal return
saham setelah pengumuman bond rating.
Berdasarkan beberapa hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh
peristiwa yang terkait langsung dengan aktivitas ekonomi dan non ekonomi
(sosial politik) terhadap reaksi pasar modal sangat bervariasi.
Hipotesis Penelitian
Berdasarkan latar belakang
perumusan masalah dan tujuan penelitian, maka dapat dibuat hipotesis sebagai
berikut :
1. Terjadi abnormal return yang positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan
obligasi syariah.
2.
Terjadi perubahan trading
volume activity saham yang positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan
obligasi syariah.
3.
Terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah.
4.
Terdapat perbedaan yang signifikan trading volume activity saham sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligasi syariah.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian event study. Menurut Jogiyanto (2003:318), studi peristiwa (event study) merupakan study yang mempelajari reaksi pasar
terhadap suatu peristiwa (event) yang
informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Pengertian yang lain
mengenai event study menurut Peterson
(1989) dalam Asri (1998) adalah pengamatan mengenai harga saham di pasar modal
untuk mengetahui apakah ada abnormal
return yang diperoleh pemegang saham akibat adanya suatu peristiwa
tertentu.
Peristiwa yang diuji pada
penelitian ini adalah peristiwa pengumuman penerbitan obligasi syariah.
Informasi dari peristiwa pengumuman penerbitan obligasi syariah akan diuji pengaruhnya
terhadap reaksi pasar modal yang diproksikan terhadap perubahan return dan
volume perdagangan saham.
Periode Pengamatan
Periode pengamatan disebut
juga periode jendela (window period).
Periode pengamatan (event window)
dalam penelitian ini diambil selama 21 disekitar tanggal pengumuman, yaitu 10
hari sebelum tanggal pengumuman obligasi syariah (pre event window), 1 hari saat pengumuman obligasi syariah. (event
date), dan 10 hari setelah tanggal pengumuman obligasi syariah (post event period). Pengambilan periode
ini dilakukan untuk menghindari confounding
effect dari adanya peristiwa lain, seperti right issue, warrant, additional shores, pengumuman dividen, saham
bonus, merger dan lain-lain, karena pengambilan periode yang terlalu panjang
(lebih dari 5 hari) ataupun terlalu pendek (kurang dari 5 hari) akan
menyebabkan pengaruh yang bias. Penggunaan periode pengamatan mengacu pada metode
yang digunakan oleh Suryawijaya dan Setiawan (1998).



estimation period event
period
t-40 t-10 t0 t+10
Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan obligasi
syariah per 30 November 2006. Dari
data terakhir diperoleh 17 perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah per 30
November 2006. Dari populasi
tersebut, kemudian dipilih beberapa perusahaan untuk dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini diambil dengan menggunakan metode purposive
sampling. “Metode purposive sampling adalah
pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan
menggunakan pertimbangan tertentu, yang pada umumnya disesuaikan dengan tujuan
atau masalah penelitian” (Indriantoro dan Supomo, 2002:131). Kriteria
untuk menentukan sampel adalah:
1.
Perusahaan yang sahamnya aktif diperdagangkan di Bursa
Efek Indonesia
2. Menerbitkan obligasi syariah pada periode
penelitian.
Dari hasil pengumpulan data per 30
November 2006, maka hasil akhir yang diperoleh bahwa emiten yang memenuhi
kualifikasi sebagai sampel penelitian ini adalah 1 emiten.
Pengujin Hipotesis
Hipotesis I
1.
Actual Return
Rit =
return individual saham i pada periode t
Pt =
closing price pada periode t
Pt-1 = closing
price pada periode t-1
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hipotesis I
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 2 (lampiran), diperoleh nilai AAR
positif sebanyak 5 hari (24%) selama periode pengamatan, yaitu pada saat t-7,
t-5, t0, t+2 dan t+9, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 16 hari (76%) diperoleh
nilai AAR negatif. Pengujian selama
periode pengamatan menghasilkan nilai t-hitung yang tidak signifikan pada semua
hari pengamatan. Dengan hasil ini maka hipotesis pertama penelitian ini tidak
dapat didukung. Jadi, terdapat abnormal
return yang positif, tetapi tidak signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi
syariah.
Pergerakan cummulative average abnormal return
selama periode pengamatan menunjukkan respon pasar secara keseluruhan terhadap
peristiwa penerbitan obligasi syariah, baik pada periode sebelum peristiwa
ataupun setelah peristiwa. Grafik pergerakan CAAR ditunjukkan pada gambar 1
pada lampiran.
Berdasarkan gambar 1 tampak bahwa terdapat penurunan nilai CAAR
mulai periode t-10 hingga hari t+10. Walaupun tetap berfluktuasi yakni pada
beberapa hari pengamatan terjadi fluktuasi meningkat yang tidak terlalu besar
namun pergerakan CAAR masih tetap negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pengumuman
penerbitan obligasi syari’ah kurang memberikan kandungan informasi yang
bermakna bagi investor, karena investor masih cenderung melakukan strategi wait and see akibat dari pasar modal
yang belum efisien. Strategi ini dilakukan karena masih terdapat informasi yang
tidak jelas mengenai prospek perusahaan di masa depan sesudah penerbitan obligasi
syariah.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pengujian baik dengan indikator abnormal
return maupun trading volume
activity, secara umum disimpulkan bahwa pasar bereaksi tetapi tidak
signifikan terhadap pengumuman penerbitan obligasi syariah. Dengan kata lain
bahwa penerbitan obligasi syariah tidak memuat kandungan informasi (information content) yang bermakna (good news) bagi investor. Secara rinci,
simpulan dari penelitian ini adalah:
1.
Hasil pengujian hipotesis pertama dengan menggunakan
one sample t-test menunjukkan bahwa
terdapat abnormal return yang positif
tetapi tidak signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syari’ah.
2.
Hasil pengujian hipotesis kedua dengan menggunakan one sample t-test menunjukkan bahwa
terdapat trading volume activity yang
positif dan signifikan atas pengumuman penerbitan obligasi syariah.
3.
Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan tetapi tidak signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan obligasi
syari’ah.
4.
Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan tetapi tidak signifikan antara trading volume activity saham sebelum dan sesudah pengumuman penerbitan
obligasi syari’ah.
KETERBATASAN
DAN SARAN
Peneliti
ini mempunyai sejumlah keterbatasan,
yaitu:
1.
Penelitian ini menggunakan data harian, sehingga
dimungkinkan pasar belum bereaksi pada saat penerbitan obligasi syariah. Pada
penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data mingguan atau data
bulanan.
2.
Penelitian ini menggunakan IHSG untuk mengukur market return. Pada penelitian
selanjutnya disarankan untuk menggunakan LQ 45 atau Indonesian Islamic Index sebagai indikator untuk mengukur market return.
3.
Perusahaan ini menggunakan 30 hari periode estimasi.
Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah periode estimasi menjadi
50 hari, 100 hari atau lebih agar diperoleh hasil yang lebih baik.
4.
Jumlah sampel penelitian ini 9 perusahaan. Pada
penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah sampel, karena jumlah
sampel yang lebih banyak memungkinkan hasil yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul
Halim. 2005. Analisis Investasi.
Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.
Baihaqi Fanani dan Laely
Widiyanti. 2005. “Pengaruh Pemilu 5 April 2004 Terhadap Return Saham LQ
45 di PT. Bursa Efek Jakarta”.
Kajian Bisnis STIE Widya Manggala
Yogyakarta. Vol. 13. No. 2: 218 – 230.
Endah Diansari dan
Kusharyanti. 2004. “Reaksi Pasar Atas Perubahan Pemeringkatan Obligasi”. Wahana. Vol. 7. No. 2: 113 – 125.
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 2005.
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia
no: 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah. http://www.google.com/htm.
Ibnu Subiyanto. 1998. Metodologi Penelitian (Manajemen dan
Akuntansi). Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) Akademi
Manajemen Perusahaan YKPN.
Indrianita Anis. 2003.
“Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Stock Return disekitar Tanggal
Pengumuman: Pengujian Signaling Hypothesis pada Bursa Efek Jakarta”. Media
Akuntansi, Auditing dan Informasi. Vol. 3. No. 1: 76 – 99.
Indriantoro N. dan Supomo.
2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen Keuangan.
Jakarta: Divisi Publikasi Ikatan
Akuntansi Indonesia.
Jogiyanto H. M. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi.
Edisi ketiga. Yogyakarta: BPFE.
Jones, Charles P. 1997. Investment:
Analysis and Management. Sixth Edition. New Jersey: John Wiley and Sons Publisher.
Kamaruddin Ahmad. 1996. Dasar – Dasar Manajemen Investasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Marwan A. Suryawijaya dan Faizal A. Setiawan.1998. “Reaksi Pasar
Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Politik Dalam Negeri (Event Study pada
Peristiwa 27 Juli 1996)”. Kelola. Vol. 7. No. 18: 137 – 253.
Marzuki Usman, Singgih Riphat dan Syahrir Ika. 1997. Pengetahuan
Dasar Pasar Modal.
Jakarta: Institut Bankir Indonesia.
Nurul Huda dan Mustafa
Edwin Nasution. 2007. Investasi pada
Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana
R. Gatot Rustamadji. 2001.
“Analisis Ekspektasi Investor di Bursa Efek Jakarta terhadap Peristiwa Politik
(Event Study : Peristiwa Keputusan Memoranum oleh DPR dalam Kasus Bullogate dan
Bruneigate)”. http://www.google.com.htm.
Singgih Santoso. 2004. SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo.
Sri Anik. 2006. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Semarang: Unissula Press.
Suad Husnan. 1998. Dasar – Dasar Teori Portofolio dan Analisis
Sekuritas. Edisi 3.Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) AMP YKPN.
Treisye Ariance L. 2002.
“Reaksi Pasar Modal terhadap Peristiwa Pergantian Presiden Republik Indonesia
23 Juli 2001: Kajian terhadap Return Saham LQ 45 di Bursa Eek Jakarta”.
Semarang: Simposium Nasional Akuntansi V.
Wawan Setiawan. 2006.
“Reaksi Pasar Atas Ketepatan dan Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan
Interim”. Kompak. No. 1: 85 –
95.
Zvi Bodie, Alex Kane, dan Alan J. Marcus. 2005.
Investment. 6th edition.
The Mc Graw – Hill Companies, Inc.